<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wedangtape's Ngajak Ngobrol</title>
	<atom:link href="http://wedangtape.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wedangtape.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Apr 2010 20:49:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wedangtape.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wedangtape's Ngajak Ngobrol</title>
		<link>http://wedangtape.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wedangtape.wordpress.com/osd.xml" title="Wedangtape&#039;s Ngajak Ngobrol" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wedangtape.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>TV DIGITAL</title>
		<link>http://wedangtape.wordpress.com/2010/04/08/tv-digital/</link>
		<comments>http://wedangtape.wordpress.com/2010/04/08/tv-digital/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 20:49:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wedangtape</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wedangtape.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Gambar sering kabur kala hujan, atau timbul bayang-bayang sehingga gambar seperti dobel?? Bahkan gambar hilang tinggal semut-semut hitam putih yang berkumpul? Kalaupun gambar jernih, kadang suara yang terdengar jadi tidak jelas atau hilang sama sekali malah. Yah, televisi di rumah-rumah kita pasti sering mengalami hal semacam ini saat cuaca di luar rumah kita buruk. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wedangtape.wordpress.com&amp;blog=5739597&amp;post=37&amp;subd=wedangtape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pendahuluan </strong><strong> </strong></p>
<p>Gambar sering kabur kala hujan, atau timbul bayang-bayang sehingga gambar seperti dobel?? Bahkan gambar hilang tinggal semut-semut hitam putih yang berkumpul? Kalaupun gambar jernih, kadang suara yang terdengar jadi tidak jelas atau hilang sama sekali malah. Yah, televisi di rumah-rumah kita pasti sering mengalami hal semacam ini saat cuaca di luar rumah kita buruk. Itulah gambaran televisi analog yang masih kita pakai saat ini tanpa mengesampingkan kelebihannya.</p>
<p>Kabar gembiranya, pada tanggal 13 agustus 2009 lalu televisi pemerintah TVRI berhasil melakukan soft opening siaran televisi digital pertama kali di Indonesia. Dengan siaran format digital ini, segala kekurangan dan kejelekan kualitas gambar, suara atau video di televisi kita sekarang ini akan bisa di hilangkan. Dan di tahun 2011, Depkominfo sudah menetapkan sebagai tonggak dimulainya migrasi siaran analog ke digital secara bertahap. Mari bersiap-siap!!</p>
<p><strong>TV Digital</strong></p>
<p><strong>TV digital = bukan TV biner</strong></p>
<p>Televisi digital atau penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan kompresi untuk menyiarkan video, audio dan data ke perangkat televisi penerima *<em>www.jardiknas.depdiknas.go.id</em>. Kenapa harus memakai sinyal digital??</p>
<p>Jenuhnya transmisi sinyal analog sekarang ini merupakan alasan utama. Satu kanal transmisi untuk satu siaran merupakan suatu pemborosan. Ibarat mengirim paket pecah belah seberat 20 ton ke suatu kota A, bila di beri pilihan jalan yang satu menggunakan ekspedisi via kereta api dan ekspedisi satunya via kontainer. Tentunya kita akan lebih memilih via kereta api walaupun lebih mahal. Selain karena lebih cepat, dengan kereta api hanya dibutuhkan sekali jalan semua barang bisa terkirim, dengan kontainer belum tentu bisa sekali jalan, kalaupun bisa memerlukan lebih dari satu kontainer. Di samping itu, via kereta api akan memberikan jaminan barang sampai tujuan tanpa cacat (pecah atau retak karena goncangan dan kehujanan). Sama halnya dengan ini, dengan sinyal digital pengiriman dua atau lebih siaran televisi akan bisa dilakukan hanya dengan satu kanal transmisi karena sistem  kompresi yang tertanam dalam teknologi digital. Dengan begitu langit kita nantinya tak kan sesak lagi dengan frekuensi-frekuensi yang crowdit. Di sisi lain, kualitas gambar dan suara yang tertransmisikan jauh lebih jernih ketimbang sinyal analog. Tapi, konsekuensi suatu perpindahan teknologi pasti membutuhkan pengorbanan materi yang tidak sedikit.</p>
<p><strong>Jenis TV Digital</strong></p>
<p>Di seluruh dunia ada tiga standar TV digital, yaitu: <em>Digital Television</em> (DTV) di USA<a href="http://rosyidi.com/saatnya-ganti-ke-tv-digital/" target="_blank">,</a> <em>Digital Video Broadcasting Terrestrial</em> (DVB-T) di Eropa dan <em>Integrated Services Digital Broadcasting Terrestrial (</em>ISDB-T) di Jepang. Semua standar di atas berbasiskan <em>OFDM</em> dengan <em>error correcting code reed Solomon</em> dan/atau <em>convolutional coding</em> dan <em>audio coding</em>nya adalah MPEG-2 Audio AAC untuk ISDB-T dan DTV dan MPEG-1 layer2 untuk DVB-T. *<em>www.jardiknas.depdiknas.go.id</em>.</p>
<p>Pemerintah sudah menetapkan memilih standar DVB-T (eropa). DVB adalah teknologi standar terbuka (<em>open standard</em>) yang berarti pengembangannya secara bisnis bisa sangat luas. DVB-T adalah si bungsu dari sistem utama DVB — DVB-C untuk kabel dan DVB-S untuk satelit. Uji-coba DVB-T di Indonesia sudah dilakukan oleh TVRI dan RCTI pada Juli<a href="http://rosyidi.com/saatnya-ganti-ke-tv-digital/">-</a>Desember 2006. Kemudian DVB-H, adaptasi DVB-T untuk telepon seluler, memungkinkan siaran MetroTV, SCTV dan TVRI sudah bisa dinikmati di Nokia N92.</p>
<p><strong>TV Digital vs TV Analog</strong></p>
<p>Perbandingan bandwidth  frekuensi digital dan analog cukup besar, 6 : 1. Sinyal analog perlu bandwidth 8 MHz untuk satu kanal transmisi. Sinyal digital bisa memancarkan 6 sampai 8 kanal transmisi dengan bandwidth yang sama besar (8 MHz). Sistem digital menggunakan OFDM (<em>Orthogonal Frequency Division Multiplexing</em>) yang tangguh dalam <em>traffict transmisi</em> yang padat sehingga interference digital channel lebih rendah dan beberapa channel bisa dikemas atau &#8220;dipadatkan&#8221; atau dihemat. So, suatu pengiritan yang luar biasa bukan??</p>
<p>TV digital punya kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan. Mampu menghasilkan kualitas gambar dan suara berkualitas tinggi dan akurat (jernih tanpa noise) meski perangkat penerima siaran berada pada kondisi bergerak dan cepat. Seperti kita tahu, digital hanya mengenal 2 kondisi, Yes or No, 1 atau 0. Jadi tidak ada gambar atau suara setengah-setengah dalam siaran digital, bila ada error langsung hilang sama sekali. Bila ada error dan gangguan dalam sinyal digital, penanggulangan dan perbaikan error sangat mudah menggunakan <em>error corection code</em>. Digital lebih survive dan tegas ketimbang analog.</p>
<p>TV digital lebih hemat energi daripada TV analog. Kebutuhan daya pancar tv digital lebih kecil sehingga bisa dioperasikan dengan daya yang rendah (less power). Lagi-lagi suatu efisiensi yang berharga di saat krisis energi seperti sekarang ini.</p>
<p>Selain beberapa perbandingan diatas, ada beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan bila siaran tv dengan sinyal digital diterapkan, diantaranya adalah;</p>
<ol>
<li>Pemirsa      juga dapat memilih sendiri kapan akan menonton, remote tidak lagi untuk      memilih saluran tapi juga untuk melihat simpanan program, (siaran      interaktif). Televisi yang menjadi siaran interaktif akan lebih memudahkan      pemirsanya untuk mencari-cari program yang dia sukai. Tidak ada lagi      prime-time karena saat itu pemirsa dapat mencari program lain yang      dibutuhkan.</li>
<li>Penerimaan      mobile, efisiensi kanal frekuensi, dan potensi jasa tambahan seperti      TV-Interaktif dan layanan data-casting.</li>
<li>Aplikasi      teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan multimedia      lainnya serta integrasi dengan layanan interaktif seperti Video on Demand      (VoD), Pay Per View (PPV), bahkan layanan komunikasi dua arah seperti      teleconference</li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Televisi dengan siaran digital merupakan salah satu cara efektif untuk meng-<em>counter balance </em>sesaknya frekuensi akibat berjejalnya tv-tv baru dan perkembangan teknologi komunikasi lain yang membuat angkasa kita tertutup. Disamping sebagai sarana peningkatan kualitas siaran di tanah air.</p>
<p>Perlunya segera peran aktif pemerintah untuk memfasilitasi dan mengakomodasi berbagai hal yang diperlukan guna mempercepat penerapan teknologi siaran tv digital ini. Tentunya dengan diimbangi berbagai upaya sosialisasi ke masyarakat untuk mempersiapkan diri menyongsong teknologi digital ini.</p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p>2009. <em>TV Digital</em>. www.jardiknas.depdiknas.go.id</p>
<p>2009. <em>Info IPTEK; TV Digital</em>. www.ristek.go.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wedangtape.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wedangtape.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wedangtape.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wedangtape.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wedangtape.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wedangtape.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wedangtape.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wedangtape.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wedangtape.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wedangtape.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wedangtape.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wedangtape.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wedangtape.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wedangtape.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wedangtape.wordpress.com&amp;blog=5739597&amp;post=37&amp;subd=wedangtape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wedangtape.wordpress.com/2010/04/08/tv-digital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e14d30b0a36826052baa679d9de2c508?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nano-Nano</title>
		<link>http://wedangtape.wordpress.com/2010/04/08/nano-nano/</link>
		<comments>http://wedangtape.wordpress.com/2010/04/08/nano-nano/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 20:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wedangtape</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wedangtape.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Nano-nano!!!!&#8230;. (Maaf klo ngiklan, klo iya itung2 ngamal lah klo ternyata menguntungkan produsen product ini&#8230;hehe.. ) Yahh, memang nano-nano yang terasa dari awal hingga akhir liat film MY NAME IS KHAN (Khan, bukan Kan, bukan juga han, Pake’ tenggorokan dalem ngucapinnya, kata Shahrukh Khan!!..)&#8230; film yang manis, asem, asin&#8230;. Seumur-umurrr&#8230; dulu aku ga pernah mau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wedangtape.wordpress.com&amp;blog=5739597&amp;post=32&amp;subd=wedangtape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nano-nano!!!!&#8230;.</strong> (Maaf klo ngiklan, klo iya itung2 ngamal lah klo ternyata menguntungkan produsen product ini&#8230;hehe.. )</p>
<p>Yahh, memang nano-nano yang terasa dari awal hingga akhir liat film <strong><em>MY NAME IS KHAN</em></strong> (Khan, bukan Kan, bukan juga han, Pake’ tenggorokan dalem ngucapinnya, kata Shahrukh Khan!!..)&#8230; film yang manis, asem, asin&#8230;.</p>
<p>Seumur-umurrr&#8230; dulu aku ga pernah mau liat film India di bioskop. Biasanya kan hanya bikin dangdutan, keki karena pasti ga masuk akal, kampungan, dan yang pasti juga, bisa di tebak alias ngebosenin kayak sinetron-sinetron Indonesia. Ehhhh&#8230; sekalinya nonton, malu rasanya bila dengar film-film baru tanah air yang kebanyakan hanya ngejual gambar tubuh wanita (maaf) dan tubuh ga jelasnya makhluk-makhluk gaib yang dulu di buru Harry Pantja&#8230;. alias dengan alasan ga mau rugi hanya mengangkat tema seks dan horor misteri yang kadang hanya mencontohkan hal-hal takhayul belaka&#8230;</p>
<p>Kembali ke film MY NAME IS KHAN, (kalo ngebahas perfilman kita mah ga da habisnya&#8230; 70% banyakan jeleknya, 30% bagus karena ditolong film2 inspiratif semacam KCB, AAC, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Perempuan Berkalung Sorban, Merah Putih, dan film inspiratif lain mungkin yang belum aku tonton..)&#8230;</p>
<p>*****</p>
<p>MY NAME IS KHAN, film ini bercerita tentang Nizwar Khan (Shahrukh Khan), seorang muslim India yang sejak lahir mengidap <em>Aperger’s Syndrome</em> (klo menurutku sh kayak penyandang autis klo diterjemahin ke bhs kita). Khan melanglang buana seantero amrik buat menemui presiden negara adidaya tersebut demi mendapatkan kembali cinta dari istrinya yang seorang hindu, Mandira (Kajol) akibat munculnya peristiwa 9/11, 2001 yang meruntuhkan menara kembar siam WTC. Peristiwa 9/11 ini menjadi peak point kebahagiaan keluarga Khan yang dibangunnya bersama Mandira dan anaknya Sammer (Sam). Menyandang marga Khan yang membawa nama Islam, membuat kebahagiaan dan kesuksesan keluarganya perlahan turun hingga klimaksnya Sam meninggal. Membuktikan cintanya, Khan berkelana mencari dan menemui presiden demi menyampaikan pesan tegas, bahwa dia dan keluarganya bukanlah teroris&#8230;&#8230;</p>
<p><strong>ASEM</strong></p>
<p>Yah, asemm.. bukan umpatan, lebih pada penyampaianku buat apreciate awal liat film ini. Masa kecil Khan di Mumbai berada di lingkungan yang hampir mirip dengan reality masyarakat bawah di negara2 semacam India dan Indonesia.. Dengan sgala keterbatasannya, ibunya mendidik Khan dan adiknya sangat baik. Dari sedikit ilmu yang saya tahu, penyandang autis kebanyakan malah mendapat anugrah kecerdasan yang tinggi (mereka bisa lebih focus dalam segala hal).. beberapa hari sebelum liat film ini aku menyaksikan istri dari presenter terkenal Ferdi Hasan mengenalkan salah satu anaknya yang juga menyandang autis, anak Ferdi Hasan ini terlihat selalu ceria dan tanggap menjawab berbagai pertanyaan Mbak Rossi (Rossiana Sillalahi)&#8230; Demikian jg karakter Khan disini, dia begitu cerdas&#8230; Yang bikin asemm, kebanyakan dari kita dan juga diperlihatkan di film ini, autis dianggap sebagai penyakit.. dan yang lebih parah, penyandang autis ini hanya jadi objek ejekan dan olok2 di masyarakat&#8230; Untungnya, Allah maha penyayang.. kebanyakan penyandang autis tidak akan bisa mengungkapkan secara eksplisit rasa sedih dan kecewanya&#8230; Jadi Allah menutup aibnya dengan memberikan anugerah ketegaran yang luar biasa.. bahkan di film ini Khan lebih tegas digambarkan seorang yang tak bisa menangis walo dalam kesedihan yang mendalam.. So, sekali lagi mari kita tinggalkan kebiasaan membuat olok2 dengan kata2 autis&#8230; dan patut di tekankan bahwa autis bukanlah suatu penyakit, jadi jangan biasakan menggunakan kata pengidap, lebih bijak bila kita gunakan kata penyandang buat teman2 kita atau adik2 kita yang menyandang syndrome ini&#8230;</p>
<p>-* masih inget cerita2 para penemu2 jaman dulu??? Kakek Einstein dan kawan2 ada yang menyebutnya gila saat bergelut dengan penelitiannya&#8230; begitulah, hingga ada ungkapan bahwa orang jenius dan orang gila bedanya tipisss&#8230;.. (temen2 dr psikologi ma kedokteran mgkn bs jadikan proyek buat neliti seberapa tipis bedanya ya???.. pkek mikroskop kalii&#8230; Haaa&#8230;.)</p>
<p>OK brader, itu rasa asem yang pertama. Yang kedua kurasakan saat sampai pertengahan liat nih film. Secara, (weisss&#8230;. jijay bajay kata cewek2 gaul skrg mahh&#8230; hee.. ) belum pernah sebelumnya liat film bikin mata berkaca-kaca&#8230; Alhamdulillah berat ga nyampe jatuhh air mata.. hahaa.. Lha kan jd lucu buaya offshore kayak gini netes air matanya liat film, India lagi&#8230; beuhhh.. Dan untungnya lagi sehari sebelum liat film ini dah cukuran bersih brewok ma kumis, jd ga tmbah malu2in to??? Hahaa&#8230; Temen2 masih inget saat Khan pertama kali menjual produk kosmetik usaha adiknya di salonnya Mandira??? Masih inget saat Khan menunjukkan fenomena keindahan kota San Fransisco di selimuti kabut pagi hari??? Dan masih ingat pula dengan ke-istiqomah-an Khan dalam menjalankan sholat lima waktu di berbagai tempat dan keadaan???&#8230;. Hmmmm, amazing character into limited person!! Walo hanya film, sekedar penyambuk kita mungkin.. atau tepatnya gue lahh&#8230; (ckckck..). Khan dengan keterbatasannya saja bisa melakukan hal-hal yang luar biasa. Kita?? (gue lagi lahhh&#8230; daripada pada tersinggung&#8230;.. Piss!!) Yah, kita yang normal gini kadang ngerasakan begitu berat  sholat tepat waktu&#8230; Khan juga berani mengatakan terus terang tentang kekurangannya terkait syndrome yang dia sandang&#8230; Dan, bahkan mungkin aku ga bisa seromantis Khan?? (hayooo karo sopo hayoo???..ckckck..)..</p>
<p>At least, film ini memberikan kesan asem bila kita memposisikan diri kita lebih rendah dari apa yang ada dalam diri kita sekarang. Don’t forget the mainland!!.. Atau kata My Fav’s Coach Jose Maurinho, “tetaplah menginjakkan kaki di bumi!!..” Jadi, mari sekali-kali kita lihat hal-hal atau masyarakat bawah kita&#8230; Coba dh, kadang mujarab kok buat ngerem ambisi-ambisi kita karena terlalu lama kita terpaku dan mendewakan hal-hal yang ada di atas kita&#8230;.</p>
<p><strong>MANIS</strong></p>
<p>Ngomongin manis, urang Jogja mah jagonya&#8230; Lha wong gula disini murahh&#8230; Sampe2 Diabetus Mellitus tertinggi di negara kita berasal dari Jogja dan Jateng. Mmmm.. mangkanya, beli minum di Jogja usahakn slalu dg request khusus – “kurangi gulanya”.. hehe&#8230; Biar kita ga ngikut2 menyandang gelar penderita penyakit gula aja&#8230;.</p>
<p>Nahh, klo di film ini.. manisnya banyak bgt.. mgkn klo manusia, bisa pada stadium gawat bin darurot kadar gula dalam darahnya.. Sebagai film India, khususnya Asia Selatan dan Asia Tenggara yang notabene adalah negara2 ketiga, film ini pastinya tidak sedikit merogoh kocek dalem dalam produksinya (klo dl mah wkt msh hobby, dlm produksi film plg aku ngeluarin duit 25 ribu aja buat biaya capture-nya..hehehe..). Manisnya, isi dari film ini 2/3-nya adalah di Amrik. Dan ga tanggung2, slalu mengambil setting tempat2 yang restricted bgt. Jadi, acungan jempol lah buat tembusnya lobi2 mereka.</p>
<p>Kemudian dari segi pengambilan gambar, I like it!! Jauh dari kesan film India&#8230; Angle2 yang mantap, rolling technic-nya dalam mengambil gambar objek yang bergerak jg mantaph.. terutama saat Khan melakukan perjalanan dalam usaha pencarian presiden, di bandara, di savana, di jalan2 Highway-nya Amerika, dst.. Ajib pokokke&#8230;</p>
<p>Rasa manis yang utama adalah pada substansi dari film ini sendiri.. Khan begitu manis menyusun alur cerita yang mengajak penonton slalu menunggu adegan2 kocak Khan karena sifat bawaan yang tanpa disadarinnya bikin ketawa orang-orang di sekitarnya. Di sisi lain kadang Khan mampu mereduksi romantisme film India kebanyakan jadi romantisme film yang lebih masuk akal, jauh dari kesan cengeng dan hanya menonjolkan dangdutannya&#8230; (sorry, bukan aku artikan musik dangdut jelek, cuman upayaku aja buat menyatakan film2 India kebanyakan yg hny brisi nyanyian2 yg mendayu2..)</p>
<p>Dan yang paling manis dari film ini sebenarnya adalah pesan yang coba di angkat Khan&#8230; Khan sebenarnya mengangkat tema yang begitu sensitif. Tentang perkawinan beda agama, isu2 pertentangan antar agama dan gerakan jihad yang muncul dan coba di luruskannya akibat adanya serangan 9/11. Perkawinan beda agama??? Takut salah aku menjabarkan disini, tingkatan ilmu agama masih rendah ya gini. Sebatas yang aku pahami, agama kita ga membolehkan pernikahan beda agama (kecuali dengan ahli kitab). Kenapa Khan yang notabene seorang muslim melakukannya?? Mungkin Khan mempunyai pandangan bahwa semua agama sama dan hanya 2 hal yang membedakan, ada orang baik dan ada orang yang buruk (sikapnya dan perilakunya). Aku juga ga setuju dengan pendapat tersebut. Tapi, aku ga akan mengajak teman2 berpolemik tentang hal ini, hal positif yang dapat kita ambil disini bahwa Khan menunjukkan toleransi beragama yang baik hingga menembus tataran sakral perkawinan. Dan inti dari semua agama itu adalah kebaikan sehingga dianggap sama dalam sudut pandang itu juga benar. Tapi, sebatas itu aja, karena tauhid yang terkandung dalam setiap agama jauh berbeda, jadi mari jangan di campur adukkan&#8230;</p>
<p>Tentang isu jihad.. peristiwa 9/11 memang tonggak menjamurnya isu2 ini. Kita lihat, bgaimana di film ini di gambarkan reaksi warga non muslim terhadap saudara2 muslim kita yang terkesan marah dan berupaya main hakim sendiri (dulu wkt segarnya peristiwa ini aku memang membaca berita2 demikian di berbagai media). Dan tak di pungkiri, hal demikian malah menelurkan gerakan-gerakan jihad baru selain akibat dari kebijakan Amrik yang terkesan memojokkan muslim sebgai biang serangan tersebut dengan tema “perang melawan terorisme”.. Saat Khan memasuki sebuah Masjid untuk sholat dalam perjalananya menemui presiden, Ia menjumpai sebuah pengajian yang di doktrin oleh salah satu ustadz/murabbi-nya untuk mau berjihad melawan kebijakan Amrik trsebut. Khan mendengar ustadz tersebut mencuplik cerita tentang pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai kekuatan doktrinnya. Dan Khan dengan karakter seorang yang menyandang Asperger’s Syndrome-nya (dengan melempari batu ke ustadz mereka) berusaha meluruskan pemahaman yang salah tersebut&#8230;. Sebatas yang saya ketahui, dari paparan seorang senior di tempat kerjaku dan beberapa kali ikut pengajian jamaahnya yang notabene hampir di seluruh dunia (bahkan Indonesia sendiri) dianggap sebagai muara menetasnya jihad-jihad yang salah ini, bahwa orang-orang seperti ini (menjiwai pemahaman yang  salah) akan selalu ada dari jaman Nabi hingga nanti, merekalah kaum Khawarij. Di tempat kerjaku pun, yang notabene perusahaan besar dari negara adidaya ini juga, jamaah ini bisa tumbuh berdampingan dengan baik dan juga diterima dengan tangan terbuka (bahkan di apreciated dengan berbagai fasilitas) oleh manajemen dan pimpinan. Jadi kesalahan memahami ajaran agama ini memang malah menjadi boomerang yang memperburuk citra Islam&#8230; (ngomong2 aku kok jadi serius gini ngomongnya???&#8230;hehee..). So, tidak semua orang Barat membenci Islam, klo pun ada hanya oknum atau segelintir orang dan kebijakan pemerintahnnya saja. Dan yang juga lebih penting, saat Khan berjuang menemui presiden dan akhirnya berhasil menemui presiden “Obama”, pesan dahsyatnya pun tersampaikan; “MY NAME IS KHAN, AND I’M NOT A TERRORIST!!”. Itu yang eksplisit, pesan implisit yang telah disampaikan Khan bahwasanya Islam bukanlah agama teroris. Jadi, mari buktikan agama kita yang rahmatan lil alamin (halah!!!)&#8230; And the last, hati2 guys&#8230;. ???!!!</p>
<p><strong>ASIN</strong></p>
<p>Ga melulu bagus2nya yang aku liat di film ini, da beberapa hal yang menurutku bikin nih film jadi terasa asin.. terutama menjelang bagian akhir sampai ending-nya..</p>
<p>Saat film ini memunculkan sosok G.W. Bush, yang mempopulerkan perang melawan terorisme, aku sempat mau meng-kategorikannya sebagai salah satu hal yg manis dalam film ini. Bagaimana tidak?? Sekelas Bush bisa di lobi buat muncul di film ini yg notabene hampir bertentangan dg program kampanyenya dl (walau hanya sebentar keluar dan lari hiruk-pikuk karena mengira mau dibunuh Khan). Eehhh.. kok di akhir cerita Khan bisa menemui presiden, tapi presiden yang baru, Barrack Husein Obama. Yang bikin asinnn banget, ternyata presidennya boongan, alias peran pengganti, bukan Obama asli. Aku yg begitu yakin bahwa Obama yang akan keluar asli karena begitu manisnya menunjukkan Bush aja bisa tampil di awal jadi merasa di boongi. Selain itu Obama digembor2kan lebih pro dgn muslim krn sejarahnya. Ternyata buyar semuanya&#8230; (ada berbagai alasan keliatannya yg tak bisa aku sampaikan disini)&#8230;</p>
<p>Dan terakhir, kesan cerita yang dari awal di bangun begitu bagus dan bisa diterima akal sedikit luntur kala dikisahkan Khan seorang diri balik ke sebuah negara bagian (aku lupa namanya) yang terkena musibah badai dan banjir hebat. Dia datang untuk memberi pertolongan dan membantu meringankan beban warga. Jiaahhh&#8230; ini mah film India bangettt&#8230;. mengisahkan tokoh kepahlawanan pemeran utama menurutku terlalu berlebihan, dan kembali, India bangett&#8230; (sinetron banget ya???..).. Hhhmmmm&#8230; ya sudah lah, terserah sutradaranya to mas-mas&#8230;</p>
<p><strong>******</strong></p>
<p>Ga tau napa tiba2 punya ide nulis ginian, mgkn gara2 abis nonton aku smpet diskusi ma si Okem tntg ni film, dan jg lama ga nulis, jadi ngalir wae kayak gini&#8230; Bukan latah brader’s n sister’s, latah karena film baru dan laris jd ikut2an ngebahas&#8230; Tp ya gitu dh.. halah!! Seebenarnya ini berangkat dr muyekknya pikiran kuliah lagi dan dicekoki tugas2.. malah lari kesini&#8230; ckckck.. (Ga nggenah!!)</p>
<p>Tentang knp baru nulis skrg? Br nonton skrg? Kn film dah lm release?? Ya dimaklumilah yoo, kebanyakan di laut, mana sempettt???&#8230;.. Eh ya, buat someone yg blg buaya offshore.. disono byk atuh kgiatan taqlim atau pengajian.. jd, ngerti kann?? Klo pun memang buaya, yah di maklumi atuh.. kan memang jadi byk makan daging.. jadi ya kayak buaya jadinya&#8230; hehee&#8230;</p>
<p>At least, buat temen2 yang lagi ilang semangat, gairah dan kurang tenaga (kayak iklan wae atuh..), mari malu sama Khan yang selalu menyanyikan semangat hidup bersama Mandira dgn kata2 “Semua pasti akan bisa dilewati dan jadi lebih baik”.. terutama yang lagi berjuang dgn sakitnya, wish can make a new motivation to U&#8230; Juga yang baru aja di sakiti or di lukai hatinye, jgn buang energi (minyak mahal lho???) hnya memikirkan hal trsebut dan menjadikan trauma hidup berkepanjangan&#8230; Eh, hampir lali, buat yg stress mikir rencana nikahannya, “Cam kan kata2 ku kmrn!!”&#8230; OK, Sukses slalu buat temen2 semua&#8230; Mg kita slalu sehat n diridhloi sgala aktifitas kita&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wedangtape.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wedangtape.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wedangtape.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wedangtape.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wedangtape.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wedangtape.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wedangtape.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wedangtape.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wedangtape.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wedangtape.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wedangtape.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wedangtape.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wedangtape.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wedangtape.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wedangtape.wordpress.com&amp;blog=5739597&amp;post=32&amp;subd=wedangtape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wedangtape.wordpress.com/2010/04/08/nano-nano/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e14d30b0a36826052baa679d9de2c508?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TeguranMu !!</title>
		<link>http://wedangtape.wordpress.com/2008/12/04/teguranmu/</link>
		<comments>http://wedangtape.wordpress.com/2008/12/04/teguranmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 18:11:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wedangtape</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat-Ayat Saya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wedangtape.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu, menjelang adzan maghrib abis dari tempat kerja Aku langsung mandi. Seharian itu Aku memang tak seperti biasanya, hari itu Aku begitu betah di tempat kerja. Padahal malam sebelumnya Aku juga begadang sampe larut malam bwat nyelesain tugas makalah salah satu mata kuliahku. Abis sholat maghrib sebenarnya perutku dah ga’ bisa diajak kompromi bwt [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wedangtape.wordpress.com&amp;blog=5739597&amp;post=7&amp;subd=wedangtape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sore itu, menjelang adzan maghrib abis dari tempat kerja Aku langsung mandi. Seharian itu Aku memang tak seperti biasanya, hari itu Aku begitu betah di tempat kerja. Padahal malam sebelumnya Aku juga begadang sampe larut malam bwat nyelesain tugas makalah salah satu mata kuliahku.<br />
Abis sholat maghrib sebenarnya perutku dah ga’ bisa diajak kompromi bwt menunda sejenak schedulle bwt dinner. Tapi melihat jarum panjang jam tanganku yang menunjuk angka 5 dan jarum pendek di pertengahan angka 6 dan 7, Aku urungkan niatku tersebut bwt bergegas ke kampus. Setelah lingak-linguk seantero kamarku tuk pastikan ga’ ada requirement yang ketinggalan, bergegaslah Ku segera ke kampus.<br />
Memasuki pintu masuk jurusan kulihat beberapa temanku dah pada kongkow2 di depan pintu. Ternyata dosenku emang lum datang. Sejurus kemudian kayak dpat membaca pikiranku, si Angga mengajakku makan. Tanpa pikir panjang segera Ku ambil motorku dan beberapa detik setelahnya Aku dan Angga dah di angkringan yang terletak tepat sebelah kiri pintu masuk utama RSUP dr. Sardjito dan sebelah kanan pintu masuk fakultas. Di tengah hilir mudik aktifitas para pegiat kesehatan petang itu Aku dengan cepat melahap 2 bungkus nasi kucing, 2 gorengan dan segelas “es coklat”. Angga si temanku menghabiskan sebungkus nasi kucing, 1 gorengan, sebatang jarum filter dan segelas “es coklat”.</p>
<p>15 menit sudah kami ngangkring di angkringan ini, segera kami cabut bwt balik lg k kampus untuk segera masuk kelasnya Pak Djatmiko yg hari itu memberi kami schedulle untuk beradu argumen tentang &#8220;object, class and the applications in OOP&#8221;. Kami nyampai k kampus dengan mendapati kelas dah d mulai, Aku dan Angga pun segera nyelonong masuk kelas. Sialnya hari itu, temen2 sekelompokkku pada bnyak cincau dan ngeles agar ga mewakili kelompok kami maju kedepan, terpaksa Aku pun  maju mewakili kelompok untuk menjual suara dan mimik dalam presentasi itu. Satu setengah jam 3 kelompok hari itu saling beradu argumen masing2&#8230; dan kami pun akhirnya bisa segera pulang&#8230;</p>
<p>Jam tanganku mengasih info kalo waktu itu masih pukul 20.40WIB saat Aku baru saja 300-an meter dari gerbang keluar fakultas. Aku teringat klo pagi sebelumnya si Rinny</p>
<p>(<em>to be continue</em>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wedangtape.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wedangtape.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wedangtape.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wedangtape.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wedangtape.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wedangtape.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wedangtape.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wedangtape.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wedangtape.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wedangtape.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wedangtape.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wedangtape.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wedangtape.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wedangtape.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wedangtape.wordpress.com&amp;blog=5739597&amp;post=7&amp;subd=wedangtape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wedangtape.wordpress.com/2008/12/04/teguranmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e14d30b0a36826052baa679d9de2c508?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Itulah Simbolmu!</title>
		<link>http://wedangtape.wordpress.com/2008/12/04/itulah-simbolmu/</link>
		<comments>http://wedangtape.wordpress.com/2008/12/04/itulah-simbolmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 18:08:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wedangtape</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat-Ayat Saya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wedangtape.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Sejenak pandanganku mengarah pada sebuah hiasan dinding yang terpampang di atas komputer buntut di kamarku. Ku terdiam. Sepersekian detik kuberlalu ke masa dimana ada seorang wanita bersusah payah sisihkan waktu tuk buat sesuatu yang bagi sebagian besar cewek sekalipun cukup sulit membuatnya dan diberikan kepadaku saat hari ulang tahunku. Waktu itu, ku diem aja padanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wedangtape.wordpress.com&amp;blog=5739597&amp;post=5&amp;subd=wedangtape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejenak pandanganku mengarah pada sebuah hiasan dinding yang terpampang di atas komputer buntut di kamarku. Ku terdiam. Sepersekian detik kuberlalu ke masa dimana ada seorang wanita bersusah payah sisihkan waktu tuk buat sesuatu yang bagi sebagian besar cewek sekalipun cukup sulit membuatnya dan diberikan kepadaku saat hari ulang tahunku. Waktu itu, ku diem aja padanya klo hari itu aku ulang tahun. Bagiku emang ga terlalu penting peringatan ulang tahun itu, kadang ku pernah lupakan ulang tahunku dan malah membuat pesta peringatan ulang tahun usahaku walo kecil2an. Sekedar penyemangat kerja, sekaligus pererat hubungan antar karyawan pikirku.</p>
<p>Nah, saat ku cuek dengan ulang tahunku, dia telpon aku, “Mas, sibuk ga sekarang? Antar aku ke kantor pos yuk! Aku mau paketin barang” katanya. Tak terpikir olehku, aku iyakan aja dan langsung cabut ke kosnya. Segera ku antar dia ke kantor pos. Dengan motor bebekku, di sepanjang perjalanan itu kami isi dengan canda antara kami. Dengan tingkah manjanya, dia slalu buatku segar dan ketawa. Dari tempat kosnya yang terletak di salah satu sudut barat kota, kami berlalu melewati satu-persatu pertokoan di jalan K.H Ahmad Dahlan yang menghadirkan suasana khas kota Jogja sebagai kota pusat pelajar ini. Baru beberapa meter dari sudut perempatan Ngampilan, dikanan jalan dapat terlihat berjejer toko-toko buat memanjakan kebutuhan pelajar, mulai dari seragam, alat2 pramuka, olahraga dan lain-lain. Setelah itu, tersaji beberapa toko alat tulis dan kantor. Beberapa meter berikutnya dijumpai beberapa toko pakaian dan perlengkapan muslim. Emang di daerah ini banyak terdapat komunitas mahasiswa dan pelajar muslim. Selain itu, ada beberapa kampus dan sekolah-sekolah Islam berada disini berdampingan dengan mayoritas penduduk Muhammadiyah di zona biru barat kraton ini. Berdampingan dengan toko-toko pakaian muslim, berikutnya ada beberapa toko buku dan kitab. Emang untuk toko buku di daerah ini kurang seberapa. Di kota ini telah ada banyak toko-toko buku, mulai dari yang konvesional sampai yang terkini. Mulai yang loakan sampai yang buku-buku buat kalangan tajir. Mulai buku-buku pra sekolah hingga jurnal-jurnal ilmiah semacam tesis dan skripsi yang ga’ tau dari mana mereka mendapatkannya dengan mudah bisa didapat dengan harga yang sangat terjangkau. Emang beginilah, kota ini surga bagi para pencari ilmu. Faktanya, bagi mereka yang ingin jalan pintas pengin segera lulus, dengan mudah dapat korbankan idealisme tuk mencontek jurnal-jurnal yang beredar bebas ini.</p>
<p>Sampai di ujung jalan, tepat di depan lampu traffict light berdiri sebuah rumah sakit Muhammadiyah yang menurutku terlalu dipaksakan berada di tengah kota sebagai tempat pelayanan kesehatan. Lepas dari ujung jalan ini, kami berganti dengan jalan yang lebih menggambarkan nilai budaya kota. Disini berjajar beberapa Bank pemerintah dan swasta berdampingan dengan toko-toko yang memuaskan kebutuhan akan cindera mata para pendatang atau wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Selain itu, di panghabisan jalan ini terletak dengan megah beberapa bangunan peninggalan sejarah yang bernilai seni tinggi. Mulai dari istana negara pertama sebelum hijrah ke Jakarta, benteng vrederburg, gedung bekas gubernur Belanda yang sekarang dijadikan kantor pusat bank pemerintah, dan satunya lagi dijadikan kantor pos yang kami tuju ini.</p>
<p>Sesampai di depan kantor pos, sebelum sempat ku belokkan setir kekanan, tiba-tiba ia bilang “Mas, ga’ jadi aja”, “mending dikirim lewat tempat khusus paketan barang yang didepan”, “yang di utara perempatan itu lo!”. Tanpa tanya ke dia aku dah tau klo yang ia maksud itu tempat paket kilat khusus pos express utara perempatan Gondomanan. Tapi aku mulai curiga, hingga kupancing dia “emang buat siapa sih Dik paketan ini?”. “Buat sepupuku di Lampung Mas.” jawabnya. Tapi tetap tidak mengurangi kecurigaanku. Benar juga, sampai di perempatan Gondomanan bukannya belok kiri, Adik malah menyuruhku terus sambil berujar “Wah, dikirim lewat sana aja mas”. “Lewat mana?”, “di daerah sini ga’ ada tempat layanan kiriman paket” sergahku walo aku dah mulai tau dia merencanakan sebuah kejutan bagiku.</p>
<p>“Ya udah, di bawa ke tempat kos Mas dulu aja ya?”, pintanya tiba-tiba.</p>
<p>“Lho kok gitu?” kataku memancing.</p>
<p>Karena mulai kehilangan akal buat mengelabuhi aku, senjata mematikannya keluar dan bilang dengan manjanya “Aaaahhh, pokoknya di bawa ke tempat Mas dulu” rengeknya.</p>
<p>Tanpa merengek dan manja pun aku memang hampir selalu ga’ bisa menolak setiap permintaannya selama dalam batas kewajaran dan aku merasa sanggup memenuhinya. Aku enjoy aja emang. Itulah yang membuatku merasa hidup lebih berwarna bersamanya. Aku paling ga’ bisa liat dia sedih. Lagian aku tu orangnya ga’ banyak omong (walau klo merasa punya chemistry aku bisa begitu terbuka dengan orang tersebut), jadi sangat butuh orang yang buatku merasa rame semacam Adikku ini. Apalagi kalo dia minta dengan manja seperti ini, aku pasti luluh dibuatnya.</p>
<p>Karena ga’ kuat menahan tawaku, akhirnya di kosku aku bilang ke dia “Adik mo ngasih ke aku ya?”</p>
<p>“enggakk…kokk..” dengan senyum malu ia mau mengelak.</p>
<p>“benerann….”, “berarti boleh tak liat dong isinya?” pancingku lagi.</p>
<p>“eh..eh…Mas, jangan to..”, “iya, iya… itu emang buat Mas kok” katanya dengan malu-malu.</p>
<p>“tapi jangan dibuka sekarang, kan kejutan” tambahnya.</p>
<p>Dalam hati aku sebenarnya sangat bahagia. Dalam hati kuucapkan syukur bahwa ia memang masih sayang ke aku, walo mungkin ia tak tau bahwa aku menyayanginya lebih dari yang ia kira. Bagiku, ga’ terlalu kuharapkan sebuah benda, dia ingat aja aku dah senang. Apalagi aku tau karakter dia yang sebenarnya yang punya prinsip ga’ harus sebuah empati diwujudkan dengan benda, kepada siapapun, temannya, atau bahkan saya sendiri sebagai pacarnya.</p>
<p>Masih dengan sisa tawaku karena lucunya Adikku ini, aku bilang padanya “makasih Dik ya. Adik dah nyempetin waktu buat bungkus-bungkus ginian”. Emang sekilas tak terlihat bungkusan kado dari hadiah itu, karena Adik membungkusnya dengan kertas payung coklat seperti buat bungkus paket kebanyakan. Mungkin itu salah satu dari rencananya, atau mungkin karena ia kesulitan membungkus bila dengan model kado biasanya mengingat barangnya ini berbeda dengan biasanya. Dimensi barang ini persegi panjang, walo sekilas hampir persegi. Besarnya hampir sebanding dengan tampilan muka monitor komputer 17 inchi. Dengan ketebalan sekitar 3,5 cm mungkin menyulitkan bila dibungkus model kado biasa. Terlepas dari itu, aku dah sangat hargai usahanya. Itu aja dah buatku tambah mantap dalam hati dan bilang ke hatiku sendiri. “Aku kan berusaha bahagiakanmu Dik.”, “seperti janji-janji yang dahulu, dan cuman konsisten dengan satu janjiku, BAHAGIAKANMU!”.</p>
<p>“Makasih ya!” kataku sekali lagi.</p>
<p>“Iya Mas, selamat ulang tahun ya!”, ucapnya singkat sambil meraih tangan kananku dengan tangan kanannya dan dipegangnya erat dalam jabatnya.</p>
<p>Dengan senyum lembut kuikuti irama gerakan tangannya terhadap tangan kananku. Diapun mengingatkan “tapi jangan dibuka sekarang Mas, nanti aja klo aku dah pulang ke kos”. “Iyaa..” jawabku dengan mengikuti nada manjanya.</p>
<p>Beberapa menit dari itu, kita berdua udah berada puluhan kilometer di selatan kota. Sebelumya kita emang ga’ berniat jalan-jalan ke tempat wisata. Karena tanpa rencana, sampai di tengah perjalanan kita berdua sebenarnya belum memutuskan tempat mana yang kita tuju. Jadi kita berjalan masih dengan tujuan yang ga’ jelas. Sekedar jalan aja ikuti roda motor bebekku. Hingga kami berhenti di tengah jalan</p>
<p>“Kemana kita dik?”, tanyaku.</p>
<p>“Ga’ tau, terserah Mas aja mo ngajak jalan2 kemana.” jawabnya setengah terpaksa karena memang sebelumnya dia ga pengin jalan2, pengin langsung pulang ke kos. Aku aja yang setengah memaksanya ajak jalan2.</p>
<p>“Ke pantai ya?”, aku beri masukan.</p>
<p>Langsung terpasang wajang cemberut dan bilang “klo ke pantai aja ga’ usah sampai Jogja Mas, di Lampung kan dah biasa.”. “Lagian aku ga’ suka pantai, daerahnya panas, aku ga kuat”, tambahnya.</p>
<p>“La terus kemana?, Adik kasih masukan dong!”, pintaku.</p>
<p>“Ga’ tau, ya terserah Mas lah. Yang ngajak kan Mas’, sergahnya tetap dengan wajah cemberut.</p>
<p>Sejenak ku sadar, ku salah memaksanya jalan2 di saat dia ga’ mood. Di tengah-tengah bingungku, aku merasa ada yang menuntun aja, kunyalakan lagi motor, kusuruh Adik naik lagi dan langsung kutancap gas. Beberapa kilometer kedepan, tiba-tiba kudapatkan petunjuk. Terpampang besar plang petunjuk arah yang tertuliskan “GOA CERME” dengan penjelasan visual arah panah kiri.</p>
<p>Aku serasa menemukan ide. “Itu dia Dik!” kataku tiba-tiba. “Apa Mas?” tanyanya tetap dengan nada terpaksa, ditambah lagi sepanjang jalan setelah debatku dengannya tadi buat dia diam seribu bahasa.</p>
<p>“Kita ke Goa Cerme yuk!”, ajakku senangkan lagi hatinya.</p>
<p>“Mana Mas?”, tanyanya yang kurasakan mulai antusias.</p>
<p>“Tu liat!”, tangan kiriku menengadah ke atas depan menunjuk sebuah plang besar warna hijau bertulis petunjuk warna putih.</p>
<p>“Oh, iya iya Mas”, “aku pernah denger dari temenku, katanya bagus banget goanya”, jawabnya dengan gerakan-gerakan antusias hingga motorku hampir kehilangan keseimbangan.</p>
<p>Akupun senang dan lega, Adik jadi antusias. Kembali, sepanjang perjalananku ke Goa Cerme yang kira-kira 25 km dari jembatan Kretek jalan Parangtritis itu jadi lebih hangat. Hangat dengan tawa dan canda kami sepanjang jalan.</p>
<p>Hampir sampai di tujuan motorku ga’ kuat memasuki tanjakan yang agak curam hingga terpaksa Adik aku suruh turun dan jalan kaki, saat berjalan itulah ia yang ga’ mengira akan aku ajak ke tempat ketinggian seperti ini sendalnya patah. Dia memakai sendal hak tinggi rupanya. Di luar kebiasaannya. Moment2 seperti ini biasanya buat dia emosi. Aku tau dia itu sebenarnya ga’ terlalu emosian. Tapi ku juga tau klo akhir-akhir ini dia emang lebih emosian. Di luar dugaan, ia malah ketawa2 dengan manja, “Mas…., sendalku patah…”, rengeknya.</p>
<p>“Ya udah, kita beli aja lagi”, jawabku tenangkan hatinya sembari ketawa kecil. Dalam hatiku aku merasa emang mood Adik lagi bagus2nya hingga ia ga’ emosi dan luapkan kemarahan padaku seperti biasanya.</p>
<p>(<em>to be continue</em>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wedangtape.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wedangtape.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wedangtape.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wedangtape.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wedangtape.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wedangtape.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wedangtape.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wedangtape.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wedangtape.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wedangtape.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wedangtape.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wedangtape.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wedangtape.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wedangtape.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wedangtape.wordpress.com&amp;blog=5739597&amp;post=5&amp;subd=wedangtape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wedangtape.wordpress.com/2008/12/04/itulah-simbolmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e14d30b0a36826052baa679d9de2c508?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">edai</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
