Nano-nano!!!!…. (Maaf klo ngiklan, klo iya itung2 ngamal lah klo ternyata menguntungkan produsen product ini…hehe.. )
Yahh, memang nano-nano yang terasa dari awal hingga akhir liat film MY NAME IS KHAN (Khan, bukan Kan, bukan juga han, Pake’ tenggorokan dalem ngucapinnya, kata Shahrukh Khan!!..)… film yang manis, asem, asin….
Seumur-umurrr… dulu aku ga pernah mau liat film India di bioskop. Biasanya kan hanya bikin dangdutan, keki karena pasti ga masuk akal, kampungan, dan yang pasti juga, bisa di tebak alias ngebosenin kayak sinetron-sinetron Indonesia. Ehhhh… sekalinya nonton, malu rasanya bila dengar film-film baru tanah air yang kebanyakan hanya ngejual gambar tubuh wanita (maaf) dan tubuh ga jelasnya makhluk-makhluk gaib yang dulu di buru Harry Pantja…. alias dengan alasan ga mau rugi hanya mengangkat tema seks dan horor misteri yang kadang hanya mencontohkan hal-hal takhayul belaka…
Kembali ke film MY NAME IS KHAN, (kalo ngebahas perfilman kita mah ga da habisnya… 70% banyakan jeleknya, 30% bagus karena ditolong film2 inspiratif semacam KCB, AAC, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Perempuan Berkalung Sorban, Merah Putih, dan film inspiratif lain mungkin yang belum aku tonton..)…
*****
MY NAME IS KHAN, film ini bercerita tentang Nizwar Khan (Shahrukh Khan), seorang muslim India yang sejak lahir mengidap Aperger’s Syndrome (klo menurutku sh kayak penyandang autis klo diterjemahin ke bhs kita). Khan melanglang buana seantero amrik buat menemui presiden negara adidaya tersebut demi mendapatkan kembali cinta dari istrinya yang seorang hindu, Mandira (Kajol) akibat munculnya peristiwa 9/11, 2001 yang meruntuhkan menara kembar siam WTC. Peristiwa 9/11 ini menjadi peak point kebahagiaan keluarga Khan yang dibangunnya bersama Mandira dan anaknya Sammer (Sam). Menyandang marga Khan yang membawa nama Islam, membuat kebahagiaan dan kesuksesan keluarganya perlahan turun hingga klimaksnya Sam meninggal. Membuktikan cintanya, Khan berkelana mencari dan menemui presiden demi menyampaikan pesan tegas, bahwa dia dan keluarganya bukanlah teroris……
ASEM
Yah, asemm.. bukan umpatan, lebih pada penyampaianku buat apreciate awal liat film ini. Masa kecil Khan di Mumbai berada di lingkungan yang hampir mirip dengan reality masyarakat bawah di negara2 semacam India dan Indonesia.. Dengan sgala keterbatasannya, ibunya mendidik Khan dan adiknya sangat baik. Dari sedikit ilmu yang saya tahu, penyandang autis kebanyakan malah mendapat anugrah kecerdasan yang tinggi (mereka bisa lebih focus dalam segala hal).. beberapa hari sebelum liat film ini aku menyaksikan istri dari presenter terkenal Ferdi Hasan mengenalkan salah satu anaknya yang juga menyandang autis, anak Ferdi Hasan ini terlihat selalu ceria dan tanggap menjawab berbagai pertanyaan Mbak Rossi (Rossiana Sillalahi)… Demikian jg karakter Khan disini, dia begitu cerdas… Yang bikin asemm, kebanyakan dari kita dan juga diperlihatkan di film ini, autis dianggap sebagai penyakit.. dan yang lebih parah, penyandang autis ini hanya jadi objek ejekan dan olok2 di masyarakat… Untungnya, Allah maha penyayang.. kebanyakan penyandang autis tidak akan bisa mengungkapkan secara eksplisit rasa sedih dan kecewanya… Jadi Allah menutup aibnya dengan memberikan anugerah ketegaran yang luar biasa.. bahkan di film ini Khan lebih tegas digambarkan seorang yang tak bisa menangis walo dalam kesedihan yang mendalam.. So, sekali lagi mari kita tinggalkan kebiasaan membuat olok2 dengan kata2 autis… dan patut di tekankan bahwa autis bukanlah suatu penyakit, jadi jangan biasakan menggunakan kata pengidap, lebih bijak bila kita gunakan kata penyandang buat teman2 kita atau adik2 kita yang menyandang syndrome ini…
-* masih inget cerita2 para penemu2 jaman dulu??? Kakek Einstein dan kawan2 ada yang menyebutnya gila saat bergelut dengan penelitiannya… begitulah, hingga ada ungkapan bahwa orang jenius dan orang gila bedanya tipisss….. (temen2 dr psikologi ma kedokteran mgkn bs jadikan proyek buat neliti seberapa tipis bedanya ya???.. pkek mikroskop kalii… Haaa….)
OK brader, itu rasa asem yang pertama. Yang kedua kurasakan saat sampai pertengahan liat nih film. Secara, (weisss…. jijay bajay kata cewek2 gaul skrg mahh… hee.. ) belum pernah sebelumnya liat film bikin mata berkaca-kaca… Alhamdulillah berat ga nyampe jatuhh air mata.. hahaa.. Lha kan jd lucu buaya offshore kayak gini netes air matanya liat film, India lagi… beuhhh.. Dan untungnya lagi sehari sebelum liat film ini dah cukuran bersih brewok ma kumis, jd ga tmbah malu2in to??? Hahaa… Temen2 masih inget saat Khan pertama kali menjual produk kosmetik usaha adiknya di salonnya Mandira??? Masih inget saat Khan menunjukkan fenomena keindahan kota San Fransisco di selimuti kabut pagi hari??? Dan masih ingat pula dengan ke-istiqomah-an Khan dalam menjalankan sholat lima waktu di berbagai tempat dan keadaan???…. Hmmmm, amazing character into limited person!! Walo hanya film, sekedar penyambuk kita mungkin.. atau tepatnya gue lahh… (ckckck..). Khan dengan keterbatasannya saja bisa melakukan hal-hal yang luar biasa. Kita?? (gue lagi lahhh… daripada pada tersinggung….. Piss!!) Yah, kita yang normal gini kadang ngerasakan begitu berat sholat tepat waktu… Khan juga berani mengatakan terus terang tentang kekurangannya terkait syndrome yang dia sandang… Dan, bahkan mungkin aku ga bisa seromantis Khan?? (hayooo karo sopo hayoo???..ckckck..)..
At least, film ini memberikan kesan asem bila kita memposisikan diri kita lebih rendah dari apa yang ada dalam diri kita sekarang. Don’t forget the mainland!!.. Atau kata My Fav’s Coach Jose Maurinho, “tetaplah menginjakkan kaki di bumi!!..” Jadi, mari sekali-kali kita lihat hal-hal atau masyarakat bawah kita… Coba dh, kadang mujarab kok buat ngerem ambisi-ambisi kita karena terlalu lama kita terpaku dan mendewakan hal-hal yang ada di atas kita….
MANIS
Ngomongin manis, urang Jogja mah jagonya… Lha wong gula disini murahh… Sampe2 Diabetus Mellitus tertinggi di negara kita berasal dari Jogja dan Jateng. Mmmm.. mangkanya, beli minum di Jogja usahakn slalu dg request khusus – “kurangi gulanya”.. hehe… Biar kita ga ngikut2 menyandang gelar penderita penyakit gula aja….
Nahh, klo di film ini.. manisnya banyak bgt.. mgkn klo manusia, bisa pada stadium gawat bin darurot kadar gula dalam darahnya.. Sebagai film India, khususnya Asia Selatan dan Asia Tenggara yang notabene adalah negara2 ketiga, film ini pastinya tidak sedikit merogoh kocek dalem dalam produksinya (klo dl mah wkt msh hobby, dlm produksi film plg aku ngeluarin duit 25 ribu aja buat biaya capture-nya..hehehe..). Manisnya, isi dari film ini 2/3-nya adalah di Amrik. Dan ga tanggung2, slalu mengambil setting tempat2 yang restricted bgt. Jadi, acungan jempol lah buat tembusnya lobi2 mereka.
Kemudian dari segi pengambilan gambar, I like it!! Jauh dari kesan film India… Angle2 yang mantap, rolling technic-nya dalam mengambil gambar objek yang bergerak jg mantaph.. terutama saat Khan melakukan perjalanan dalam usaha pencarian presiden, di bandara, di savana, di jalan2 Highway-nya Amerika, dst.. Ajib pokokke…
Rasa manis yang utama adalah pada substansi dari film ini sendiri.. Khan begitu manis menyusun alur cerita yang mengajak penonton slalu menunggu adegan2 kocak Khan karena sifat bawaan yang tanpa disadarinnya bikin ketawa orang-orang di sekitarnya. Di sisi lain kadang Khan mampu mereduksi romantisme film India kebanyakan jadi romantisme film yang lebih masuk akal, jauh dari kesan cengeng dan hanya menonjolkan dangdutannya… (sorry, bukan aku artikan musik dangdut jelek, cuman upayaku aja buat menyatakan film2 India kebanyakan yg hny brisi nyanyian2 yg mendayu2..)
Dan yang paling manis dari film ini sebenarnya adalah pesan yang coba di angkat Khan… Khan sebenarnya mengangkat tema yang begitu sensitif. Tentang perkawinan beda agama, isu2 pertentangan antar agama dan gerakan jihad yang muncul dan coba di luruskannya akibat adanya serangan 9/11. Perkawinan beda agama??? Takut salah aku menjabarkan disini, tingkatan ilmu agama masih rendah ya gini. Sebatas yang aku pahami, agama kita ga membolehkan pernikahan beda agama (kecuali dengan ahli kitab). Kenapa Khan yang notabene seorang muslim melakukannya?? Mungkin Khan mempunyai pandangan bahwa semua agama sama dan hanya 2 hal yang membedakan, ada orang baik dan ada orang yang buruk (sikapnya dan perilakunya). Aku juga ga setuju dengan pendapat tersebut. Tapi, aku ga akan mengajak teman2 berpolemik tentang hal ini, hal positif yang dapat kita ambil disini bahwa Khan menunjukkan toleransi beragama yang baik hingga menembus tataran sakral perkawinan. Dan inti dari semua agama itu adalah kebaikan sehingga dianggap sama dalam sudut pandang itu juga benar. Tapi, sebatas itu aja, karena tauhid yang terkandung dalam setiap agama jauh berbeda, jadi mari jangan di campur adukkan…
Tentang isu jihad.. peristiwa 9/11 memang tonggak menjamurnya isu2 ini. Kita lihat, bgaimana di film ini di gambarkan reaksi warga non muslim terhadap saudara2 muslim kita yang terkesan marah dan berupaya main hakim sendiri (dulu wkt segarnya peristiwa ini aku memang membaca berita2 demikian di berbagai media). Dan tak di pungkiri, hal demikian malah menelurkan gerakan-gerakan jihad baru selain akibat dari kebijakan Amrik yang terkesan memojokkan muslim sebgai biang serangan tersebut dengan tema “perang melawan terorisme”.. Saat Khan memasuki sebuah Masjid untuk sholat dalam perjalananya menemui presiden, Ia menjumpai sebuah pengajian yang di doktrin oleh salah satu ustadz/murabbi-nya untuk mau berjihad melawan kebijakan Amrik trsebut. Khan mendengar ustadz tersebut mencuplik cerita tentang pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai kekuatan doktrinnya. Dan Khan dengan karakter seorang yang menyandang Asperger’s Syndrome-nya (dengan melempari batu ke ustadz mereka) berusaha meluruskan pemahaman yang salah tersebut…. Sebatas yang saya ketahui, dari paparan seorang senior di tempat kerjaku dan beberapa kali ikut pengajian jamaahnya yang notabene hampir di seluruh dunia (bahkan Indonesia sendiri) dianggap sebagai muara menetasnya jihad-jihad yang salah ini, bahwa orang-orang seperti ini (menjiwai pemahaman yang salah) akan selalu ada dari jaman Nabi hingga nanti, merekalah kaum Khawarij. Di tempat kerjaku pun, yang notabene perusahaan besar dari negara adidaya ini juga, jamaah ini bisa tumbuh berdampingan dengan baik dan juga diterima dengan tangan terbuka (bahkan di apreciated dengan berbagai fasilitas) oleh manajemen dan pimpinan. Jadi kesalahan memahami ajaran agama ini memang malah menjadi boomerang yang memperburuk citra Islam… (ngomong2 aku kok jadi serius gini ngomongnya???…hehee..). So, tidak semua orang Barat membenci Islam, klo pun ada hanya oknum atau segelintir orang dan kebijakan pemerintahnnya saja. Dan yang juga lebih penting, saat Khan berjuang menemui presiden dan akhirnya berhasil menemui presiden “Obama”, pesan dahsyatnya pun tersampaikan; “MY NAME IS KHAN, AND I’M NOT A TERRORIST!!”. Itu yang eksplisit, pesan implisit yang telah disampaikan Khan bahwasanya Islam bukanlah agama teroris. Jadi, mari buktikan agama kita yang rahmatan lil alamin (halah!!!)… And the last, hati2 guys…. ???!!!
ASIN
Ga melulu bagus2nya yang aku liat di film ini, da beberapa hal yang menurutku bikin nih film jadi terasa asin.. terutama menjelang bagian akhir sampai ending-nya..
Saat film ini memunculkan sosok G.W. Bush, yang mempopulerkan perang melawan terorisme, aku sempat mau meng-kategorikannya sebagai salah satu hal yg manis dalam film ini. Bagaimana tidak?? Sekelas Bush bisa di lobi buat muncul di film ini yg notabene hampir bertentangan dg program kampanyenya dl (walau hanya sebentar keluar dan lari hiruk-pikuk karena mengira mau dibunuh Khan). Eehhh.. kok di akhir cerita Khan bisa menemui presiden, tapi presiden yang baru, Barrack Husein Obama. Yang bikin asinnn banget, ternyata presidennya boongan, alias peran pengganti, bukan Obama asli. Aku yg begitu yakin bahwa Obama yang akan keluar asli karena begitu manisnya menunjukkan Bush aja bisa tampil di awal jadi merasa di boongi. Selain itu Obama digembor2kan lebih pro dgn muslim krn sejarahnya. Ternyata buyar semuanya… (ada berbagai alasan keliatannya yg tak bisa aku sampaikan disini)…
Dan terakhir, kesan cerita yang dari awal di bangun begitu bagus dan bisa diterima akal sedikit luntur kala dikisahkan Khan seorang diri balik ke sebuah negara bagian (aku lupa namanya) yang terkena musibah badai dan banjir hebat. Dia datang untuk memberi pertolongan dan membantu meringankan beban warga. Jiaahhh… ini mah film India bangettt…. mengisahkan tokoh kepahlawanan pemeran utama menurutku terlalu berlebihan, dan kembali, India bangett… (sinetron banget ya???..).. Hhhmmmm… ya sudah lah, terserah sutradaranya to mas-mas…
******
Ga tau napa tiba2 punya ide nulis ginian, mgkn gara2 abis nonton aku smpet diskusi ma si Okem tntg ni film, dan jg lama ga nulis, jadi ngalir wae kayak gini… Bukan latah brader’s n sister’s, latah karena film baru dan laris jd ikut2an ngebahas… Tp ya gitu dh.. halah!! Seebenarnya ini berangkat dr muyekknya pikiran kuliah lagi dan dicekoki tugas2.. malah lari kesini… ckckck.. (Ga nggenah!!)
Tentang knp baru nulis skrg? Br nonton skrg? Kn film dah lm release?? Ya dimaklumilah yoo, kebanyakan di laut, mana sempettt???….. Eh ya, buat someone yg blg buaya offshore.. disono byk atuh kgiatan taqlim atau pengajian.. jd, ngerti kann?? Klo pun memang buaya, yah di maklumi atuh.. kan memang jadi byk makan daging.. jadi ya kayak buaya jadinya… hehee…
At least, buat temen2 yang lagi ilang semangat, gairah dan kurang tenaga (kayak iklan wae atuh..), mari malu sama Khan yang selalu menyanyikan semangat hidup bersama Mandira dgn kata2 “Semua pasti akan bisa dilewati dan jadi lebih baik”.. terutama yang lagi berjuang dgn sakitnya, wish can make a new motivation to U… Juga yang baru aja di sakiti or di lukai hatinye, jgn buang energi (minyak mahal lho???) hnya memikirkan hal trsebut dan menjadikan trauma hidup berkepanjangan… Eh, hampir lali, buat yg stress mikir rencana nikahannya, “Cam kan kata2 ku kmrn!!”… OK, Sukses slalu buat temen2 semua… Mg kita slalu sehat n diridhloi sgala aktifitas kita…